Kamis, 25 Juni 2015

5 Gejala Fisik Penanda Tingginya Kadar Kolesterol

Mengetahui kadar kolesterol dalam darah adalah hal yang cukup penting sebagai upaya mencegah datangnya penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah. Biasanya, pemeriksaan bisa dilakukan dengan tes darah di laboratorium. Pemeriksaan sederhana bisa memberitahukan angka kolesterol total, sedangkan untuk pemeriksaan yang lebih kompleks, kita bisa mendapatkan informasi tambahan seperti kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida. Pemeriksaan kadar kolesterol memang sebaiknya dilakukan secara berkala untuk tetap memantau kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kadar Kolesterol Yang Tinggi dan Gejala-Gejala Fisik Tertentu

Di sisi lain, ada tanda-tanda fisik yang bisa diamati untuk mendeteksi tingginya kadar kolesterol. Menurut Dokter Aulia Sani, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Sahid Sahirman, ada beberapa gejala-gejala yang mengindikasikan tingginya kadar kolesterol seseorang dalam darah, diantaranya adalah :

1. Tangan dan kaki sering pegal
Pembuluh darah di kaki dan tangan juga bisa tersumbat akibat penumpukan kolesterol. Penumpukan ini umumnya terjadi secara terus-menerus dan membuat tangan serta kaki terasa pegal.


2. Sering kesemutan
Kesemutan di bagian tangan dan kaki adalah implikasi dari ketidaklancaran aliran darah di bagian tubuh tertentu. Kesemutan berkaitan dengan saraf yang tidak mendapatkan aliran darah. Hal ini karena aliran darah menjadi kental akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah.

3. Dada sebelah kiri terasa nyeri
Dada sebelah kiri berkaitan dengan jantung yang berperan sebagai pemompa darah. Penyumbatan pembuluh darah di sekitar jantung bisa menyebabkan rasa nyeri seperti tertusuk. Rasa nyeri ini bahkan dapat menjalar hingga ke bagian leher. Nyeri dada juga dapat menjadi tanda-tanda terjadinya serangan jantung. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi.

4. Tengkuk dan pundak terasa pegal
Tengkuk dan pundak yang terasa pegal juga merupakan implikasi dari ketidaklancaran aliran darah pada pembuluh darah di area tersebut. Ketidaklancaran darah ini juga diakibatkan adanya penyumbatan pembuluh darah akibat tingginya kadar kolesterol.

5. Sering pusing di bagian belakang kepala

Pusing di bagian belakang kepala disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di area sekitar kepala. Penyumbatan ini terjadi karena kolesterol mulai membentuk plak di pembuluh darah. Apabila dibiarkan, maka pembuluh darah bisa pecah dan mengakibatkan stroke.

sumber Kompas | image : healthtap.com

5 Gerakan Sederhana Pereda Nyeri Leher

Tidak sedikit orang yang mengalami stres baik secara fisik ataupun emosional setelah menjalani rutinitas yang melelahkan sepanjang hari. Hal ini kadang-kadang memicu rasa nyeri atau pegal-pegal di beberapa bagian tubuh misalnya leher. Ya, nyeri di leher banyak dialami orang terutama yang pekerjaanya mengharuskan ia duduk berlama-lama di kursi untuk menyelasaikan tugasnya.

Jika anda termasuk orang yang sering mengalami nyeri leher, ada beberapa tips sederhana untuk mengatasinya, tanpa membutuhkan peralatan khusus. Tips-tips ini berupa gerakan-gerakan sederhana yang dinilai cukup efektif dalam meredakan pegal-pegal di sekitar leher, bahkan juga bermanfaat untuk menjaga konsentrasi.

Gerakan-gerakan sederhana yang bisa meredakan nyeri leher


1. Angkat bahu
Gerakan pertama yang harus anda lakukan adalah mengangkat kedua bahu. Sambil menarik napas, angkatlah bahu sampai mendekati telinga selama kurang lebih 3 detik. Setelah itu buanglah napa sambil menjatuhkan bahu. Ulangi hal ini sebanyak 5 kali.

2. Miringkan kepala
Secara perlahan, miringkan kepala ke arah kanan. Jatuhkan telinga kanan ke arah bahu kanan. Apabila sudah mencapai titik maksimal, lakukan gerakan yang sama di sisi berikutnya (kiri). Ulangi gerakan ini masing-masing 5 kali, namun tidak perlu lama-lama.

3. Regangkan dada
Letakkan tangan di pinggang, kemudian ambil napas dalam-dalam. Keluarkan napas secara perlahan, tundukkan kepala sampai dagu menyentuh di dada atas. Pada saat yang bersamaan, katupkan tulang belikat (bagian belakang) sehingga dada menjadi tertarik dan meregang.

4. Mengangguk
Tundukkan dagu ke dada secara perlahan selama kurang lebih 3 detik. Pastikan hanya leher yang bergerak, jangan libatkan punggung bagian atas. Setelah itu tegakkan lagi kepala, kemudian dongakkan sampai otot-otot di area kerongkongan tertari. Lakukan hal ini hingga 5 kali, namun tidak perlu lama-lama.

5. Pijat sendiri

Langkah terakhir yang bisa anda lakukan adalah memijat sendiri bahu anda. Letakkan tangan kiri di bahu kanan, kemudian miringkan kepala anda ke kiri. Pijat bahu secara ringan di titik-titik yang terasa pegal, lakukan secara perlahan. Jika sudah nyaman, ulangi gerakan ini pada sisi yang lain.

sumber - detikhealth | image : lwcmanhattan.com