Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

Hukum Kunyah Makanan Sahur Saat Azan Shubuh Berkumandang

Jakarta - Sahur (makan menjelang subuh) menjadi salah satu agenda rutin yang dilakukan umat Muslim setiap kali Ramadan tiba. Sayangnya, tak semua umat Muslim dapat bangun tepat waktu dan terpaksa melaksanakan sahur mendekati waktu Subuh.

Hati-hati, lantaran tak sadar waktu sahur telah nyaris habis lantaran terlambat bangun, beberapa orang mengaku pernah masih mengunyah makanan sahur saat adzan subuh mulai berkumandang.

Chief Islamic Affairs and Charitable Activities Department di Dubai, Ali Ahmed Mashael, menjelaskan, makan selama atau setelah Subuh dapat membatalkan puasa.

"Dalam kasus seperti itu orang harus berpuasa kembali hari dan juga harus melakukan 'Kafarah'," terangnya seperti dilansir dari Emirates247.com, Minggu (28/6/2015).

Namun, ada pengecualian jika makan dan minum dilakukan secara tidak sengaja, dan makanan masuk ke dalam perut. Ali menjelaskan, tidak ada yang salah karena itu dilakukan secara tidak sengaja.

"Namun, bahkan dalam kasus seperti itu, orang tersebut disarankan untuk mengganti puasa hari itu," katanya.

Dia menjelaskan, seseorang yang berpuasa harus mengambil semua tindakan pencegahan yang membuatnya makan dan minum setelah adzan subuh berkumandang. Setiap orang yang berniat berpuasa harus segera menghentikan makan dan minum sebelum adzan subuh. (Sis/Nrm)

sumber - Liputan6.com

Manfaat Puasa Berselang Anti Diabetes Hingga Alzheimer


California Hidup sehat dengan makan tiga kali sehari dengan dua kali camilan di pagi dan sore hari ternyata masih kurang cukup. Dalam penelitian di California, Amerika Serikat, ilmuwan menemukan pola puasa intermitten (berselang) justru banyak memiliki manfaat kesehatan.

Mengutip laman Livescience, MInggu (28/6/2015) dalam puasa intermitten, pola makan berfokus pada jumlah kalori dan banyak olahraga. Makanan yang dikonsumsi pun dibatasi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serat, ikan dan mengurangi makanan ringan.

Dengan kata lain, puasa intermittent dapat didefinisikan sebagai puasa yang dijadwalkan, merencanakan waktu makan dengan menyesuaikan waktu normal periode makan sehari-hari Anda ke jam yang lebih panjang tanpa memotong kalori.

"Puasa dapat mencegah dan mengobati penyakit jauh lebih baik dibandingkan obat-obatan," kata Profesor biologi di San Diego, California, Satchidananda Panda.

Penelitian yang diterbitkan dalam  Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga mencatat, puasa intermitten dapat mencegah diabetes, jantung, kanker dan Alzheimer.

"Kemampuan tubuh manusia untuk beradaptasi dengan jam makan ternyata luar biasa hebat. Puasa berselang membuat metabolisme tubuh membaik dan menghindari penyakit-penyakit kronis," kata Panda.

Lebih jauh, Panda menuturkan, puasa intermitten biasanya hanya makan hingga 500 kalori selama dua hari setiap minggu, atau setiap hari. Jadi ada jam untuk tidak sarapan dan makan siang hanya beberapa hari setiap minggu.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, puasa intermitten pada hewan menunjukkan kesehatan yang lebih baik. Dia juga berisiko rendah terkena kanker, diabetes, penyakit jantung dan gangguan neurodegeneratif serta stres.

"Puasa intermitten membantu meremajakan dan memperbaiki tubuh sehingga cara ini meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," kata Panda.

sumber - Liputan6.com

Minggu, 28 Juni 2015

Kenapa Lebih Mudah Murung Saat Berpuasa

Jakarta - Kurang asupan air dan kadar glukosa yang rendah dalam otak membuat kita yang sedang berpuasa lebih mudah marah, murung, dan lelah. Sakit kepala yang kerap timbul saat bulan Ramadan pun diakibatkan oleh kondisi yang serupa.

Biasanya, tiga kondisi di atas paling banyak dialami seorang perokok yang sedang berpuasa. Selain kurangnya asupan air dan kadar glukosa yang rendah, kekurangan nikotin kian memperparah kondisi tersebut.

Dikutip dari situs Arab News, Minggu (28/6/2015), sejumlah pakar dan psikolog menyarankan agar kita mengubah persepsi tentang nikotin. Untuk mengurangi ketegangan semacam itu, kurangilah asupan makanan tinggi lemak selama bulan ramadan, dan ikut terlibat ke dalam latihan ringan sebelum atau sesudah waktu berbuka.

Mereka juga mengatakan, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berhenti merokok. Namun, ada baiknya untuk meminta bantuan dokter agar tindakan itu bertahan lama

sumber - Liputan6.com

Jumat, 26 Juni 2015

7 Hal Penting tentang Berhenti Merokok di Bulan Puasa


Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE menyebutkan 7 hal penting tentang berhenti merokok di Bulan Ramadan, antara lain:

1. Asap rokok mengandung 4.000 jenis senyawa kimia, 400 jenis di antaranya merupakan zat beracun dan 43 di antaranya dapat menyebabkan kanker. Tentu kita tidak mau untuk merusak diri sendiri di bulan yang suci ini.

2. Asap rokok menimbulkan gangguan pada orang lain. Tentu di bulan yang suci dan mulia ini tidak sepatutnya menimbulkan gangguan pada orang lain.

3. Selama bulan suci Ramadan perokok yang berpuasa sudah berhenti merokok mulai sahur sampai berbuka. Lanjutkan untuk tidak merokok sampai sahur berikutnya sehingga perlahan-lahan mengurangi kebiasaan merokok.

4. Tanamkan niat yang kuat di bulan suci ini untuk berhenti merokok, dan juga menolak godaan untuk mulai merokok.

5. Lakukan sesuatu yang menyehatkan jiwa raga untuk mengalihkan keinginan merokok setelah berbuka. Yang paking baik adalah beribadah, salat taraweh, berolahraga, minum air secara perlahan, dan menarik nafas dalam-dalam untuk mencegah keinginan merokok.

6. Perilaku berhenti merokok agar dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya setelah bulan Ramadan.

7. Berhenti merokok di bulan Ramadan akan memberi manfaat bagi kesehatan dan kehidupan serta lingkungan. Tentu di bulan penuh rahmah ini kita ingin memberi manfaat sebesar-besarnya bagi sekitar kita.

sumber - liputan6.com

Buka Puasa, Jangan Sembarangan Jajan, Bisa Bahaya Lho !!!


Jakarta - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru mengimbau agar warga masyarakat di Provinsi Riau teliti sebelum membeli makanan buka puasa agar terhindar dari kemungkinan penggunaan zat berbahaya bagi tubuh ketika dikonsumsi.

"Pilihlah pasar-pasar Ramadan yang memiliki kawasan bersih untuk referensi menu berbuka serta tempat makanan diletakkan di tempat tertutup," ucap Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi BBPOM Pekanbaru, Syelviyane Pelle di Pekanbaru, Rabu.

Dia berujar, keberadaan pasar Ramadan sangat membantu warga dalam memilih menu berbuka dan lebih praktis karena menu yang ditawarkan bermacam-ragam yang sangat menggoda selera.

Namun ini bukan berarti, katanya, semua makanan dan minuman yang ditawarkan para pedangang dipasaran sudah aman atau laik untuk dikonsumsi.

BBPOM menyatakan, warga harus menghindari makanan dan minuman berwarna yang terlalu terang atau sangat mencolok serta makanan yang baunya tidak terlalu menyengat.

Dari pengalaman, banyak orang-orang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen seperti bulan puasa Ramadan demi mencari keuntungan, diantaranya dengan memasukkan campuran atau zat berbahaya agar makanan yang dijual terlihat lebih bagus dan menarik.

"Intinya sebagai konsumen harus peka, lihat dengan jelas dan cium baunya. Itu ciri-ciri umum yang mesti warga ketahui. Alangkah lebih baik lagi, kalau menu berbuka dihidangkan untuk keluarga dibuat sendiri dirumah karena sudah tentu aman dan higenis," saran Pelle.

Selain itu, ujarnya menambahkan, untuk kepastian tingkat akurasi terhadap jajanan baik makanan dan minuman yang dijual pada sejumlah pasar Ramadan, tentu harus melalui uji laboratorium BBPOM Pekanbaru.

"Kami dari Balai Besar POM selama Ramadan tahun ini, akan terus mengawasi dengan mengambil sampel beberapa tempat yang dicurigai dan sampel tersebut akan dicek memastikan makanan aman untuk di konsumsi," tegasnya.

Kepala BBPOM Pekanbaru, Indra Ginting sebelumnya menyatakan, pihaknya akan tetap menjalankan program rutin seperti mengeluarkan edaran untuk disebarkan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan selektif dalam membeli makanan.

Di samping itu, razia rutin akan tetap dilakukan untuk mengawasi makanan dan obat-obatan. "Kita tetap lakukan pengawasan dan edaran ke sarana-sarana distribusi makanan seperti mini market, swalayan dan distributor dan lainnya. Kita juga melakukan pengawasan," katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau tahun 2014 menyebutkan, sampah di Kota Pekanbaru meningkat 100 ton per haril pada saat bulan puasa Ramadan 1435 Hijriah. Sementara makanan yang dikonsumsi warga Pekanbaru sedikit, tapi inflasi kebutuhan pokok tergolong tinggi.

"Kepada warga kita imbau untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan terutama dalam belanja bahan pokok. Fakta di tahun lalu, jumlah sampah domestik atau rumah tangga meningkat 100 ton per hari," ujar Kepala Perwakilan BI Riau, Mahdi Muhammad.


Ia mengaku, sebanyak 100 ton sampah per hari tersebut meningkat dibanding waktu normal atau di luar Ramadan dan merupakan sampah dometik yang berasal dari makanan dan minuman terbuang atau tidak dikomsumsi selama bulan suci bagi umat Islam di "Kota Bertuah".

sumber - Liputan6.com