Tampilkan postingan dengan label Pola Makan Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pola Makan Sehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2015

Jaga Kesehatan Kulit dengan 5 Jenis Makanan Ini

Jika anda ingin mendapatkan kulit yang sehat, salah satu cara terbaik yang bisa anda lakukan adalah mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi secara teratur. Walaupun tersedia beraneka ragam makanan sehat di bumi ini, namun ada beberapa makanan tertentu yang secara optimal bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Hal ini tentunya sangat baik jika makanan-makanan ini selalu dilibatkan dalam menu harian anda. Apa saja itu? Berikut ulasannya..


1. Buah-buahan
Mudah dijumpai dan kaya manfaat, buah-buahan mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk untuk kesehatan kulit. Beberapa buah-buahan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah yang cenderung berwarna cerah seperti oranye, kuning, dan merah. Anda bisa memilih jeruk, tomat, nanas, alpukat, dan beri.

Buah-buahan seperti ini umumnya mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan, di mana sangat berguna untuk melawan radikal bebas. Hal ini akan membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah penuaan dini.

2. Sayuran hijau
Sayuran hijau yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam hal ini adalah meliputi bayam, daun pepaya, kale, selada, kangkung, sawi, kubis, dan sayuran hijau lainnya. Dalam sayuran hijau, terkandung zat gizi yang bermanfaat bagi kulit seperti asam lemak omega-3 serta vitamin B, C, dan E. Selain itu, kadar antioksidan yang terkandung di dalamnya (khususnya bayam) diketahui lebih tinggi jika dibandingkan dengan sayuran lainnya. Seperti yang telah diketahui bahwa antioksidan memiliki peran dalam melindungi serta mengurangi efek kerusakan kulit yang timbul akibat paparan sinar matahari dan radikal bebas.

3. Biji-bijian dan Serealia
Dua jenis makanan ini diketahui mengandung zat gizi seperti selenium yang juga mampu membantu melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Beberapa contoh biji-bijian yang dimaksud adalah biji labu, flax seeds (biji rami), chia seeds, wijen, dan biji bunga matahari. Selain itu ada juga makanan seperti oatmeal, gandum, quinoa, dan beras merah.

4. Ikan dan produk laut
Hewan-hewan laut seperti udang, cumi, lobster, gurita, tiram, serta ikan seperti salmon, tuna, kakap dan jenis ikan lainnya mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6. Asam lemak ini sangat baik untuk menjaga kadar minyak alami kulit yang membuat kulit tetap lembab. Di sisi lain, tiram mengandung mineral seng yang berperan membantu regenerasi kulit, mengontrol peradangan, dan mengurangi kerusakan kulit akibat radikal bebas.

5. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kenari, kacang polong, macadamia, kacang mete, kacang brazil mengandung nutrisi-nutrisi penting seperti vitamin E, selenium, dan asam lemak esensial yang dapat menjaga kesehatan kulit serta mengatasi kerusakan yang disebabkan paparan sinar matahari.

Selain kelima jenis-jenis makanan yang telah disebutkan, minum air juga termasuk salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan kulit anda. Kebutuhan tubuh terhadap air yang tercukupi dengan baik akan membuat kulit tetap terhidrasi dengan baik pula, sehingga kelembaban kulit ikut terjaga yang pada akhirnya membantu mengurangi keriput dan penampakan garis halus. Air diketahui juga membantu penyerapan nutrisi dari makanan jadi lebih mudah, serta melancarkan sirkulasi darah kulit.


sumber - klikdokter | photo - newriverdermatology.com

Kamis, 17 Desember 2015

10 Rekomendasi Untuk Mengontrol Gula Darah

Diabetes adalah suatu kondisi yang rumit karena ada begitu banyak faktor yang bisa mempengaruhi gula darah di tubuh anda.

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menunjukkan jenis makanan terbaik bagi penderita diabetes. Dan ketika anda mengerti seberapa besar faktor makanan dapat mempengaruhi seseorang terhadap diabetes, atau mempengaruhi perkembangan seseorang dari penyakit, maka anda akan mudah memahaminya. Sementara makanan merupakan kunci utamanya, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.

Beberapa Tips Mengontrol Gula Darah

Berikut ini adalah pilihan atau rekomendasi terbaik yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan atau mengontrol kadar glukosa darah dan insulin yang sehat, seperti yang diberitakan oleh Reader’s Diggest’s Best Health.

1. Tertawa
Ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa tertawa bisa menjadi obat yang murah untuk mengontrol kadar gula darah pada level yang baik. Penderita diabetes yang menonton film komedi setelah makan malam diketahui mengalami kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menyaksikan berita-berita membosankan. Jangan biarkan diri anda stres berkepanjangan saat mengalami diabetes. Tertawa sekali-kali tentunya bukanlah hal yang buruk.

2. Konsumsi Produk Susu
Sebuah studi yang melibatkan 3000 orang menemukan bahwa orang kelebihan berat badan yang mengonsumsi susu atau produk susu lainnya, 70% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan resistensi insulin dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Hal ini karena laktosa, protein, dan lemak dalam produk susu dapat memperbaiki gula darah dengan dan memperlambat konversi gula makanan ke gula darah.

3. Penuhi Kebutuhan Magnesium
Sebuah studi yang melibatkan wanita menemukan bahwa asupan tinggi magnesium dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 10% secara keseluruhan, dan sekitar 20% pada wanita kelebihan berat badan. Anda bisa memenuhi kebutuhan magnesium dengan mengonsumsi alpukat, bayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan.

4. Konsumsi Kayu Manis
Dalam sebuah penelitian di Pakistan, orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi 1 g/ 3 g/ 6 g kayu manis diketahui mengalami penurunan kadar gula darah mereka antara 18-29% tergantung dari jumlah yang dikonsumsi. Tentunya bukanlah hal yang sulit untuk mencari kayu manis. Anda bisa menambahkan kayu manis dalam kopi, teh, ataupun yogurt.

5. Cukup Tidur
Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur memiliki efek yang serius terhadap gula darah dan tingkat insulin dalam tubuh anda. Maka dari itu penuhi kebutuhan tidur yang cukup yakni sekitar 6-8 jam.

6. Pangkas Lemak Jenuh
Hasil dari sebuah studi di Amerika yang melibatkan 3000 orang menunjukkan bahwa anda memiliki kesempatan yang jauh lebih tinggi untuk terkena diabetes jika anda memiliki tingkat lemak jenuh dalam tubuh anda. Oleh sebab itu, hindari atau setidaknya kurangi makanan-makanan yang tinggi akan lemak jenuh.

7. Jalan Kaki
Sebuah studi skala besar di Amerika menunjukkan bahwa berjalan 2 km sehari akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berjalan 10 km dalam seminggu juga akan mengurangi kesempatan kematian akibat penyakit jantung sebesar 34% pada penderita diabetes.

8. Konsumsi Grapefruit
Orang Indonesia mungkin masih asing dengan buah ini. Namun grapefruit termasuk dalam golongan buah jeruk. Buah ini mungkin mirip seperti jeruk Bali, namun grapefruit mempunyai daging berwarna merah keunguan dan kulit berwarna oranye. Kembali ke topik gula darah, peneliti Amerika melakukan penelitian terhadap 50 pasien obesitas yang diminta untuk mengonsumsi setengah buah grapefruit sehabis waktu makan selama 12 minggu dan membandingkannya dengan kelompok yang tidak mengonsumsinya. Pasien yang makan grapefruit rata-rata mengalami penurunan berat badan sebesar 1,6 kg. Mereka juga memiliki level insulin dan glukosa yang lebih rendah setelah makan, menunjukkan metabolisme gula yang lebih efisien.

9. Konsumsi Legume
Legume termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Contoh legume atau kacang-kacangan yang populer adalah kacang tanah, kacang lentil, buncis, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, dan lain sebagainya. Penelitian menunjukkan bahwa makan 75 g kacang-kacangan sehari bisa menstabilkan gula darah dan insulin anda.

10. Rilekskan otot tubuh
Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah menegangkan otot tubuh selama 10 menit setiap hari, kemudian merilekskannya, secara signifikan dapat memperbaiki kadar gula darah terutama pada orang yang gula darahnya tinggi.


sumber - health24.com | photo - richardsurwit.com

Rabu, 22 Juli 2015

5 Camilan Sehat untuk Anak Saat Cuaca Panas

Jakarta - Musim panas tampaknya segera datang. Selama Lebaran dan beberapa hari setelahnya, panas begitu terasa menyengat di Ibu Kota Jakarta. Akibatnya, tubuh selalu lapar setelah berlama-lama di bawah sinar matahari.

Di bawah ini ada sejumlah camilan sehat untuk anak agar dapat tetap fit dan bersenang-senang selama cuaca panas, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (22/7/2015)

1. Jus jeruk beku
Masukan jus jeruk ke dalam kulkas, biarkan dingin tapi tidak sampai beku. Jus jeruk ini bisa memenuhi kebutuhan cairan si buah hati.

2. Es krim banana
Cukup mudah membuatnya. Yang diperlukan hanya buah pisang, es krim rasa apa saja, kacang yang sudah dihancurkan di dalam mangkuk, cokelat chips. Setelah itu, campur semua bahan jadi satu.

3.  Pisang selai kacang
Agar lebih sehat, campurkan pisang dan selai kacang ke dalam semangkuk sereal.

4. Smoothie
Masukan yoghurt, buah-buahan segar, jeruk, pepaya, stroberi, anggur, dan es ke dalam blender. Agar anak mau menyentuhnya, sajikan ke dalam plastik seperti es mambo.

5. Buah celup
Cairkan dark cokelat agar anak dapat menyelupkan buah-buahan yang mereka sukai ke dalamnya.

sumber - Liputan6.com

Selasa, 21 Juli 2015

Bolehkah Langsung Olahraga Setelah Makan?

Jakarta - Bagi sebagian besar orang, berolahraga dengan perut penuh bisa menyebabkan reflux (asam lambung naik), cikutan (tersedak), mual, dan muntah, ucap Dr Daniel Vigil, profesor klinik ilmu kesehatan di University of California, Los Angeles.

Namun, ada sebagian orang lainnya yang bisa makan banyak dan tidak mengalami masalah ketika langsung berolahraga, lanjutnya.

Penelitian menunjukkan, makan sebelum berolahraga tidaklah ideal. Menurut Dr Daniel, waktu terbaik untuk berolahraga adalah sebelum makan. Asupan nutrisi setelah berolahraga membantu pemulihan dan meminimalisir kerusakan otot, jelas Dr Daniel.

Meski demikian, jika jadwal Anda mengharuskan Anda makan terlebih dahulu, dia menyarankan untuk menunggu sekitar satu atau dua jam setelah makan untuk berolahraga. Jeda tersebut memberi cukup waktu bagi perut untuk kembali dalam keadaan kosong, dikutip dari laman Today, Selasa (21/7/2015).

Hal itu tidak berlaku jika Anda makan secara berlebih.

"Jika Anda memakan makanan yang sulit dicerna, makanan tersebut akan bertahan lebih lama di perut," jelas Leslie Bonci, direktur nutrisi olahraga di University of Pittsburgh Medical Center. "Aturan umum bagi para atlet saya adalah menunggu satu jam sebelum berolahraga.Dan sebaiknya asupan makanan yang masuk ke dalam perut hanya sejumlah kepalan tangan, bukan sebesar bola sepak," lanjutnya.

Bonci menyarankan untuk menyesuaikan asupan makanan dengan jenis olahraga yang akan dilakukan. Misalnya, jika Anda akan lari, minum sekitar 20 ons (591 ml) cairan satu jam sebelumnya. Makan makanan berkarbohidrat dalam porsi kecil, seperti pisang, sereal kering, atau granola bar.

Jika Anda akan melakukan yoga dengan suhu panas seperti bikram, sebaiknya menjaga tubuh tetap terhidrasi. "Itu tidak memerlukan energi sebanyak berlari, jadi Anda bisa mengonsumsi 8 ons (237 ml) jus dan 12 ons (355 ml) air," ujarnya.

"Jika Anda akan berlatih kekuatan, dan tidak hanya mengangkat beban, melainkan juga berenang, penting untuk mendapat asupan protein. Saya tidak menyarankan makan satu pon bacon dan belasan telur. Maksimum hanya sekitar 20 gram protein. Itu setara dengan 8 ons (237 ml) yoghurt atau 6 ons (177 ml) youghurt dengan taburan sereal," tandasnya.

sumber - Liputan6.com

Senin, 13 Juli 2015

3 Jenis Karbohidrat yang Boleh dan Dilarang untuk Dimakan

Jakarta - Jenis dan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi memengaruhi keberhasilan kita dalam menurunkan kadar lemak. Dan kita dianjurkan untuk menghindari konsumsi karbohidrat dengan nilai GI (Glicemic Index) cukup tinggi.

GI adalah metode pengukuran cepat atau lambatnya laju karbohidrat masuk ke dalam darah dalam bentuk gula. Semakin cepat laju karbohidrat masuk ke dalam darah semakin tinggi nilai GI-nya, sehingga semakin manis pula rasa karbohidrat tersebut yang membuat semakin tinggi reaksi pankreas dalam memproduksi insulin yang membuat kita cepat merasa lapar dan keinginan untuk menumpuk lemak.

"Semakin lambat laju karbohidrat tersebut, semakin rendah pula reaksi pankreas dalam memproduksi insulin, yang membuat semaki lama tubuh merasa lapar dan semakin rendah pula keinginan untuk menumpuk lemak," kata Ade Rai dalam buku berjudul Bakar Lemak Tanpa Lapar Tanpa Lemas dikutip Health Liputan6.com pada Minggu (12/7/2015)

Berikut contoh karbohidrat dengan nilai GI tinggi, sedang, dan rendah.

1. GI tinggi: gula pasir, bubuk glukosa, dektrosa, dekstrin, nasi putih, roti putih, mie, bihun, kwetiaw, kentang, tepung terigu, sirop, madu, maizena, jagung, buah pisang, semangka, durian, mangga manis, manggis, dan jeruk manis.

2. GI sedang : apel, beras merah, buah prunes, mangga muda, ubi/singkong, buah pepaya.

3. GI rendah : sayur-sayuran hijau, wortel, yoghurt, susu skim (rendah lemak), bengkoang, brokoli, kembang kol, selada, tomat, agar-agar tanpa gula, kacang panjang, buncis, dan timun.

Mengonsumsi mayoritas karbohidrat dengan nilai GI yang sedang dan rendah dalam pola makan sehari-hari membantu kita menjaga penumpukan lemak lebih lanjut. Sekaligus membantu kita terhindar dari overeating atau makan secara berlebihan.

sumber - Liputan6.com

Senin, 29 Juni 2015

Pola Makan Sehat Yang Dapat Mencegah Resiko Penyakit Jantung

Pola makan yang sehat akan mengarahkan tubuh kita arah yang lebih sehat pula. Mengonsumsi makanan yang tepat dan sehat sangat bermanfaat dalam mengurangi kadar kolestrol jahat (LDL) sehingga risiko akan terjadinya penyakit jantung juga akan berkurang.

Apabila kolesterol jahat dibiarkan terlalu lama di dalam tubuh, maka akan menyebabkan atherosclerosis dan penyumbatan pembuluh darah. Atherosclerosis merupakan suatu kondisi di mana terjadi penyumbatan pembuluh darah yang pada akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung dan kematian.

Strategi Pola Makan Sehat Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Untuk mencegah risiko penyakit jantung, salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan terkait pola makan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Banyak mengonsumsi ikan
Ikan adalah sumber protein dan nutrisi lainnya. Ikan juga kaya akan omega-3 yang dapat mengurang risiko stroke dan penyakit jantung. The American Heart Association merekomendasikan agar mengonsumsi ikan yang tinggi akan omega-3 seperti salmon sebanyak dua kali dalam seminggu.

2. Konsumsi buah, sayur, kacang, dan gandum
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan-makanan ini karena sudah terbukti kuat dalam melawan penyakit jantung.

3. Konsumsi lemak yang tepat
Lemak tidak selamanya memberikan dampak buruk bagi tubuh. Tubuh masih membutuhkan lemak untuk melarutkan Vitamin A, D, E, dan K. Lemak juga merupakan penghasil energi tertinggi. Namun demikian, jika terlalu banyak mengonsumsi lemak, maka akan menimbulkan masalah. Adapun cara untuk mengatasi hal ini adalah :

  • Membatasi asupan total lemak
  • Mengurangi asupan lemak trans dan tidak lebih dari 10% lemak jenuh. Mentega dan keju adalah beberapa makanan yang mengandung asam lemak trans, sedangkan lemak jenuh biasanya ditemukan pada daging, keju, susu, minyak kelapa, krim, dan lain sebagainya.
  • Bila ingin menambah asupan lemak, maka pilihlah makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau ganda seperti alpukat, kacang tanah, olive oil, kedelai, kenari, dan lain sebagainya.

4. Perbanyak variasi makanan
Makanan yang tinggi protein seperti produk susu atau daging dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, seimbangkan nutrisi yang anda asup dengan makanan sehat lainnya seperti sayur dan buah.

5. Konsumsi karbohidrat kompleks
Lemak bukanlah satu-satunya penghasil energi. Anda juga bisa mendapatkan energi dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti gandum, pasta, dan kentang.

Selain dari beberapa poin di atas, kurangi juga konsumsi gula, makanan dan minuman manis, serta minuman bersoda. Semoga beberapa tips ini bermanfaat.

sumber - klikdokter.com | image - annebenissan.com