Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2016

Kenali Penyebab Mata Bengkak

Mata bengkak bisa disebabkan karena edema atau kelebihan cairan dalam jaringan ikat di sekitar mata. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut, seperti infeksi, trauma, cedera di sekitar mata, hingga menangis dalam waktu yang lama.

Beberapa Penyebab Mata Bengkak:

Kondisi yang juga biasa disebut periorbital ini sering terjadi di kelopak mata. Penyebab umum lainnya adalah alergi, di mana alergi ini kadang-kadang disertai dengan gejala mata merah ataupun gatal.

Selain itu, masih ada banyak lagi penyebab mata bengkak, diantaranya adalah :

1. Dermatochalasis
Kelopak mata bengkak bisa berhubungan dengan usia. Hal ini khususnya terjadi saat kulit bagian atas kelopak mata mengalami penurunan (dermatochalasis) dan tidak kencang lagi. Penurunan kulit kelopak mata bagian atas bisa mengganggu penglihatan.

Bagian pinggir kelopak mata juga memungkinkan untuk mengalami penurunan, dan kondisi ini disebut ptosis. Ptosis juga dapat dihubungkan dengan usia seseorang, dan kondisi ini tidak terjadi langsung begitu saja. Walaupun jarang terjadi, ptosis dapat disebabkan oleh myasthenia gravis atau tumor otak. Gejala ini tidak datang dengan sendirinya, karena umumnya diiringi dengan beberapa gejala lain dari penyakit yang mendasarinya.

2. Alergi
Menyambung poin sebelumnya tentang alergi, mata bengkak bisa diartikan juga dengan bentuk reaksi alami tubuh terhadap alergi. Alergi juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada mata, biasanya ditandai dengan mata merah, gatal, dan mata berair.

Saat seseorang terserang alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi terhadap alergen dengan cara mengeluarkan histamin, di mana zat ini dianggap sebagai pemicu terjadinya mata bengkak.

Alergen merupakan pencetus alergi, bisa berupa benda atau unsur lainnya. Alergen yang mengakibatkan mata bengkak dapat berasal dari dalam ataupun luar rumah. Dari dalam rumah bisa datang dari bulu peliharaan seperti kucing, ataupun jamur-jamur kecil di dinding dalam rumah yang lembab. Sedangkan dari luar rumah bisa datang dari serbuk sari bunga.

3. Kurang tidur
Kurang tidur juga bisa menjadi penyebab mata bengkak. Orang yang kurang tidur kemungkinan mempunyai kulit yang berkerut, tidak segar, dan memiliki lingkaran hitam di bawah mata.

Kortisol juga dilepaskan tubuh ketika seseorang kurang tidur atau kurang istirahat. Hormon stres ini diketahui dapat memecah kolagen sehingga kulit akan berkerut dan tidak kenyal lagi seiring berjalannya waktu. Kurang tidur juga bisa menyebabkan penurunan produksi hormon pertumbuhan sehingga akan mengurangi ketebalan kulit, kerapuhan tulang, dan berkurangnya massa otot.

4. Blefaritis
Penyebab mata bengkak lainnya adalah blefaritis. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata, dan dapat terjadi dalam dua bentuk, yakni posterior dan anterior. Posterior adalah bentuk peradangan yang terjadi di tepi bagian dalam kelopak mata, sedangkan anterior terjadi di tepi bagian luarnya. Penyebab dari blefaritis luar dapat berupa bakteri. Sedangkan pada bagian dalam kelopak mata, umumnya terjadi karena gangguan kelenjar minyak.

Keduanya, selain menyebabkan mata bengkak, ternyata juga bisa membuat mata terasa gatal, perih, mata merah, dan terlalu peka saat melihat sinar. Blefaritis juga dapat membuat penglihatan kabur, kulit di dasar bulu mata mengelupas, dan mata kering.

Dikarenakan blefaritis jarang bisa pulih sepenuhnya, penting untuk diperhatikan agar selalu menjaga kebersihan kelopak mata. Apabila kondisi peradangan sudah sangat parah, umumnya obat tetes mata steroid atau antibiotik menjadi pilihan pengobatan.

5. Sengatan Serangga
Meskipun jarang, sengatan atau gigitan serangga dapat menyebabkan syok anafilaktik. Beberapa sengatan jenis serangga yang memberikan efek tersebut adalah tawon dan lebah. Selain area mata, sengatan serangga juga bisa menyebabkan pembengkakan secara cepat pada area lainnya seperti daerah bibir dan lidah. Efek yang ditimbulkan berupa pusing, nyeri perut, mengi, sulit bernapas, bahkan pingsan.

6. Kista Meibomian atau Kalazion
Kalazion atau kista meibomian adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan di bagian kelopak mata. Hal ini membuat mata tampak bengkak. Munculnya benjolan tersebut umumnya disebabkan karena peradangan di dalam kelenjar kulit. Benjolan pada kelopak mata biasanya bertahan hingga beberapa hari atau bisa juga hitungan minggu. Selain menyebabkan mata bengkak, benjolan ini kadang-kadang menyebabkan kelopak mata terasa sakit saat disentuh dan terlihat kemerahan.

Kista meibomian disebabkan oleh kelenjar minyak di kelopak mata yang tersumbat. Ketika terjadi penyumbatan, kelenjar ini masih terus memproduksi minyak. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan sehingga terjadilah benjolan pada kelopak mata. Ketika pecah, minyak yang menumpuk tersebut akan mengalir menuju jaringan di kelopak mata, dan ini menyebabkan peradangan.


sumber - alodokter.com | image - todaywomanhealth.com

Minggu, 19 Juli 2015

Meski Cuma Hisap 5 Batang Rokok, Penyakit Jantung Mengintai

London - Banyak sedikitnya rokok yang dihisap dalam sehari tetap berpengaruh dalam meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Meski Anda hanya merokok sesekali ketika berinteraksi sosial saja, risiko terkena penyakit jantung tetap tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan yang tidak merokok.

Biasanya perokok yang menghisap batang rokok dalam jumlah sedikit pada perempuan. Menurut HealthDay, paling tidak ada seperlima wanita yang merokok kurang dari lima batang sehari.

"Tetap saja merokok dalam jumlah sedikit tiga kali lipat berisiko seumur hidup kena penyakti jantung. Upaya penjelasan bahaya ini harus disampaikan kepada kelompok wanita muda yang senang merokok dalam jumlah sedikit," terang spesialis paru Lenox Hill Hospital di New York City, Amerika Serikat, Len Horovitz.

Sayangnya, risiko masalah kesehatan ini sering diabaikan oleh wanita perokok seperti ini karena mereka merasa bukan perokok sesungguhnya. Lalu, perokok ini pun bisa meningkat menjadi perokok berat seperti ditulis dalam Jurnal Preventing Chronic Disease.

Fakta menarik lain dalam penelitian ini, cukup dengan menghisap satu batang rokok setiap hari risiko kanker paru-paru pada wanita meningkat dikutip dari Daily Mail (Minggu, 19/7/2015).

sumber - Liputan6.com

Senin, 29 Juni 2015

5 Faktor yang Dapat Melawan Penyakit Jantung

Penyakit jantung dapat dipulihkan tanpa operasi dan tanpa obat dengan lima langkah sederhana, ujar Steven Masley, MD. Dia menguraikan perencanaan yang inovatif dalam buku terlarisnya, “The 30-Day Heart Tune-Up.”

Dr. Masley, anggota dari American Heart Association dan pemenang penghargaan pendidik, mengatakan bahwa penelitian dan pengalamannya menunjukkan bahwa pemikiran konvensional tentang kesehatan jantung (kolesterol adalah pencetus utama penyakit jantung), benar-benar salah.

Faktor-faktor yang dapat meminimalkan risiko penyakit jantung

Ia mengatakan bahwa lebih dari 100 pasiennya telah berhasil membuat jantung mereka lebih muda dengan menggunakan metodenya, bergantung pada pola makan dan perubahan gaya hidup. Menurut Dr. Masley, pasien-pasien tersebut dapat memulihkan penyakit jantungnya dengan mengikuti apa yang ia juluki sebagai faktor 5 F yaitu : Fiber (serat), Fish (ikan), Food Nutrients (nutrisi makanan), Fitness (kebugaran), dan Fat (lemak).

1. Meningkatkan asupan serat
Jika anda ingin mengatasi penyakit jantung yang ada, meningkatkan jumlah asupan serat makanan adalah faktor ‘yang paling penting’.

Dia merekomendasikan serat larut, yang ditemukan dalam kacang-kacangan (beans), kacang-kacangan (nuts), gandum, sayuran, dan buah-buahan. Ia merekomendasikan untuk mengkonsumsi lima cangkir buah-buahan dan sayuran setiap hari, bersama dengan setengah cangkir kacang-kacangan (beans) dan segenggam kacang (nuts).

Buah-buahan dan sayuran yang baik untuk jantung adalah yang berwarna cerah seperti hijau, merah cerah, dan kuning karena sangat kaya akan antioksidan anti-penuaan. Tomat, jeruk, anggur merah, brokoli, paprika, kale, dan bayam merupakan beberapa diantaranya.

2. Makan lebih banyak ikan
Makan ikan adalah hal yang penting karena ikan kaya akan asam lemak omega-3. “Ikan dapat membantu mengurangi denyut jantung tidak teratur, kekakuan darah (yang dapat menyebabkan serangan jantung penyebab pembekuan darah), dan trigliserida,” katanya.

Dr. Masley merekomendasikan mengkonsumsi ikan air dingin seperti salmon atau trout setidaknya tiga kali seminggu karena ikan-ikan tersebut mengandung ‘lemak baik’ yang tinggi dan kemungkinan kecil terkontaminasi dengan merkuri. Suplemen atau kapsul minyak ikan berkualitas tinggi bisa menjadi alternatif jika anda tidak mengkonsumsi ikan yang cukup.

3. Meningkatkan kadar gizi
Makan makanan yang sehat akan memberikan sejumlah vitamin dan nutrisi yang cukup. “Suplemen juga bisa memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan jantung secara substansial bahkan jika anda telah makan makanan yang bergizi, olahraga secara teratur, dan mengelola stres,” katanya.

Dia merekomendasikan untuk mengkonsumsi multivamin yang seimbang setiap harinya meliputi magnesium (400 mg), vitamin D (2.000 mg), dan vitamin K (250 mcg). Orang-orang dengan darah yang encer harus berkonsultasi dengan dokter mereka terlebih dahulu sebelum meningkatkan asupan vitamn K, katanya.

4. Mengurangi lemak tubuh
Obesitas merupakan faktor risiko jantung yang jelas. Oleh karena itu, mengatasi lemak tubuh juga berarti mengatasi penyakit jantung, kata Dr Masley.

Kelebihan lemak tubuh tidak hanya meningkatkan kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah, tetapi juga menghasilkan senyawa inflamasi, dan ini, pada gilirannya akan mempercepat pembentukan plak di arteri koroner. “Peradangan menyebabkan darah lengket, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke,” katanya.

5. Meningkatkan kebugaran
“Orang yang berolahraga secara teratur memiliki risiko 40 persen lebih sedikit untuk terkena serangan jantung, stroke, dan kasus kematian mendadak,” kata Dr Masley. Latihan berat sangat penting untuk pencegahan penyakit jantung.

“Arteri koroner anda seperti halnya otot-otot yang harus dilatih atau digerakkan agar berfungsi optimal.”

Sebagian dokter menyarankan kepada pasiennya untuk berolahraga yang ringan saja seperti berjalan kaki singkat setiap harinya untuk kesehatan jantung. Namun jika ingin melawan penyakit jantung, olahraga yang dilakukan haruslah intens. Dua puluh menit berjalan kaki kurang efektif untuk memotong risiko penyakit jantung.

Dia merekomendasikan latihan aerobik, latihan kekuatan, dan peregangan untuk fleksibilitas, dengan intensitas dan panjang disesuaikan dengan tingkat kebugaran seseorang.

sumber - Newsmaxhealth | image : socialmoms.com


Pola Makan Sehat Yang Dapat Mencegah Resiko Penyakit Jantung

Pola makan yang sehat akan mengarahkan tubuh kita arah yang lebih sehat pula. Mengonsumsi makanan yang tepat dan sehat sangat bermanfaat dalam mengurangi kadar kolestrol jahat (LDL) sehingga risiko akan terjadinya penyakit jantung juga akan berkurang.

Apabila kolesterol jahat dibiarkan terlalu lama di dalam tubuh, maka akan menyebabkan atherosclerosis dan penyumbatan pembuluh darah. Atherosclerosis merupakan suatu kondisi di mana terjadi penyumbatan pembuluh darah yang pada akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung dan kematian.

Strategi Pola Makan Sehat Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Untuk mencegah risiko penyakit jantung, salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan terkait pola makan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Banyak mengonsumsi ikan
Ikan adalah sumber protein dan nutrisi lainnya. Ikan juga kaya akan omega-3 yang dapat mengurang risiko stroke dan penyakit jantung. The American Heart Association merekomendasikan agar mengonsumsi ikan yang tinggi akan omega-3 seperti salmon sebanyak dua kali dalam seminggu.

2. Konsumsi buah, sayur, kacang, dan gandum
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan-makanan ini karena sudah terbukti kuat dalam melawan penyakit jantung.

3. Konsumsi lemak yang tepat
Lemak tidak selamanya memberikan dampak buruk bagi tubuh. Tubuh masih membutuhkan lemak untuk melarutkan Vitamin A, D, E, dan K. Lemak juga merupakan penghasil energi tertinggi. Namun demikian, jika terlalu banyak mengonsumsi lemak, maka akan menimbulkan masalah. Adapun cara untuk mengatasi hal ini adalah :

  • Membatasi asupan total lemak
  • Mengurangi asupan lemak trans dan tidak lebih dari 10% lemak jenuh. Mentega dan keju adalah beberapa makanan yang mengandung asam lemak trans, sedangkan lemak jenuh biasanya ditemukan pada daging, keju, susu, minyak kelapa, krim, dan lain sebagainya.
  • Bila ingin menambah asupan lemak, maka pilihlah makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau ganda seperti alpukat, kacang tanah, olive oil, kedelai, kenari, dan lain sebagainya.

4. Perbanyak variasi makanan
Makanan yang tinggi protein seperti produk susu atau daging dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, seimbangkan nutrisi yang anda asup dengan makanan sehat lainnya seperti sayur dan buah.

5. Konsumsi karbohidrat kompleks
Lemak bukanlah satu-satunya penghasil energi. Anda juga bisa mendapatkan energi dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti gandum, pasta, dan kentang.

Selain dari beberapa poin di atas, kurangi juga konsumsi gula, makanan dan minuman manis, serta minuman bersoda. Semoga beberapa tips ini bermanfaat.

sumber - klikdokter.com | image - annebenissan.com