Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Desember 2015

10 Rekomendasi Untuk Mengontrol Gula Darah

Diabetes adalah suatu kondisi yang rumit karena ada begitu banyak faktor yang bisa mempengaruhi gula darah di tubuh anda.

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menunjukkan jenis makanan terbaik bagi penderita diabetes. Dan ketika anda mengerti seberapa besar faktor makanan dapat mempengaruhi seseorang terhadap diabetes, atau mempengaruhi perkembangan seseorang dari penyakit, maka anda akan mudah memahaminya. Sementara makanan merupakan kunci utamanya, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.

Beberapa Tips Mengontrol Gula Darah

Berikut ini adalah pilihan atau rekomendasi terbaik yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan atau mengontrol kadar glukosa darah dan insulin yang sehat, seperti yang diberitakan oleh Reader’s Diggest’s Best Health.

1. Tertawa
Ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa tertawa bisa menjadi obat yang murah untuk mengontrol kadar gula darah pada level yang baik. Penderita diabetes yang menonton film komedi setelah makan malam diketahui mengalami kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menyaksikan berita-berita membosankan. Jangan biarkan diri anda stres berkepanjangan saat mengalami diabetes. Tertawa sekali-kali tentunya bukanlah hal yang buruk.

2. Konsumsi Produk Susu
Sebuah studi yang melibatkan 3000 orang menemukan bahwa orang kelebihan berat badan yang mengonsumsi susu atau produk susu lainnya, 70% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan resistensi insulin dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Hal ini karena laktosa, protein, dan lemak dalam produk susu dapat memperbaiki gula darah dengan dan memperlambat konversi gula makanan ke gula darah.

3. Penuhi Kebutuhan Magnesium
Sebuah studi yang melibatkan wanita menemukan bahwa asupan tinggi magnesium dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 10% secara keseluruhan, dan sekitar 20% pada wanita kelebihan berat badan. Anda bisa memenuhi kebutuhan magnesium dengan mengonsumsi alpukat, bayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan.

4. Konsumsi Kayu Manis
Dalam sebuah penelitian di Pakistan, orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi 1 g/ 3 g/ 6 g kayu manis diketahui mengalami penurunan kadar gula darah mereka antara 18-29% tergantung dari jumlah yang dikonsumsi. Tentunya bukanlah hal yang sulit untuk mencari kayu manis. Anda bisa menambahkan kayu manis dalam kopi, teh, ataupun yogurt.

5. Cukup Tidur
Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur memiliki efek yang serius terhadap gula darah dan tingkat insulin dalam tubuh anda. Maka dari itu penuhi kebutuhan tidur yang cukup yakni sekitar 6-8 jam.

6. Pangkas Lemak Jenuh
Hasil dari sebuah studi di Amerika yang melibatkan 3000 orang menunjukkan bahwa anda memiliki kesempatan yang jauh lebih tinggi untuk terkena diabetes jika anda memiliki tingkat lemak jenuh dalam tubuh anda. Oleh sebab itu, hindari atau setidaknya kurangi makanan-makanan yang tinggi akan lemak jenuh.

7. Jalan Kaki
Sebuah studi skala besar di Amerika menunjukkan bahwa berjalan 2 km sehari akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berjalan 10 km dalam seminggu juga akan mengurangi kesempatan kematian akibat penyakit jantung sebesar 34% pada penderita diabetes.

8. Konsumsi Grapefruit
Orang Indonesia mungkin masih asing dengan buah ini. Namun grapefruit termasuk dalam golongan buah jeruk. Buah ini mungkin mirip seperti jeruk Bali, namun grapefruit mempunyai daging berwarna merah keunguan dan kulit berwarna oranye. Kembali ke topik gula darah, peneliti Amerika melakukan penelitian terhadap 50 pasien obesitas yang diminta untuk mengonsumsi setengah buah grapefruit sehabis waktu makan selama 12 minggu dan membandingkannya dengan kelompok yang tidak mengonsumsinya. Pasien yang makan grapefruit rata-rata mengalami penurunan berat badan sebesar 1,6 kg. Mereka juga memiliki level insulin dan glukosa yang lebih rendah setelah makan, menunjukkan metabolisme gula yang lebih efisien.

9. Konsumsi Legume
Legume termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Contoh legume atau kacang-kacangan yang populer adalah kacang tanah, kacang lentil, buncis, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, dan lain sebagainya. Penelitian menunjukkan bahwa makan 75 g kacang-kacangan sehari bisa menstabilkan gula darah dan insulin anda.

10. Rilekskan otot tubuh
Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah menegangkan otot tubuh selama 10 menit setiap hari, kemudian merilekskannya, secara signifikan dapat memperbaiki kadar gula darah terutama pada orang yang gula darahnya tinggi.


sumber - health24.com | photo - richardsurwit.com

Sabtu, 25 Juli 2015

Konsumsi Mentega Bisa Atasi Diabetes?

New York - Sebuah penelitian menarik dilakukan ilmuwan Amerika Serikat. Mereka menemukan, lemak jenuh yang bisa ditemukan pada ikan atau mentega mungkin dapat menormalkan kadar gula darah.
Seperti dikutip Times of India, Jumat (24/7/2015), penelitian ini dilakukan pada lumba-lumba pradiabetes. Setelah diberikan dosis terkontrol lemak jenuh, kadar gula darah mereka membaik.
"Asam lemak omega-3 yang bisa kita dapat dari ikan adalah suplemen kesehatan manusia. National Marine Mammal Foundation (NMMF) terkejut saat kadar asam lemak 49 lumba-lumba dari 55 lumba-lumba yang diteliti menunjukkan kemajuan kesehatan," ungkap Direktur kedokteran dan penelitian NMMF, Stephanie Venn-Watson.
Watson menuturkan, asam lemak jenuh heptadecanoic yang ditemukan pada ikan, mentega, lemak susu atau gandum ini tampaknya memiliki dampak yang paling menguntungkan pada metabolisme lumba-lumba. Hal ini yang mempengaruhi insulin dan trigliserida. 
"Kami melihat kadar feritin darah menurun dalam waktu tiga minggu pada diet baru," kata Venn-Watson.
"Kami berhipotesis, produk susu atau mentega juga mungkin dapat membantu diabetesi pada manusia," tulisnya dalam jurnal PLOS ONE.
Meski penelitian ini memberikan harapan baru bagi diabetesi, namun peneliti mengatakan lemak jenuh sejauh ini masih kontroversial karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan. "Yang pasti, selalu periksakan diri Anda ke dokter sebelum membuat keputusan untuk diet," penulis studi menyimpulkan.

sumber - Liputan6.com

Senin, 29 Juni 2015

Manfaat Puasa Berselang Anti Diabetes Hingga Alzheimer


California Hidup sehat dengan makan tiga kali sehari dengan dua kali camilan di pagi dan sore hari ternyata masih kurang cukup. Dalam penelitian di California, Amerika Serikat, ilmuwan menemukan pola puasa intermitten (berselang) justru banyak memiliki manfaat kesehatan.

Mengutip laman Livescience, MInggu (28/6/2015) dalam puasa intermitten, pola makan berfokus pada jumlah kalori dan banyak olahraga. Makanan yang dikonsumsi pun dibatasi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serat, ikan dan mengurangi makanan ringan.

Dengan kata lain, puasa intermittent dapat didefinisikan sebagai puasa yang dijadwalkan, merencanakan waktu makan dengan menyesuaikan waktu normal periode makan sehari-hari Anda ke jam yang lebih panjang tanpa memotong kalori.

"Puasa dapat mencegah dan mengobati penyakit jauh lebih baik dibandingkan obat-obatan," kata Profesor biologi di San Diego, California, Satchidananda Panda.

Penelitian yang diterbitkan dalam  Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga mencatat, puasa intermitten dapat mencegah diabetes, jantung, kanker dan Alzheimer.

"Kemampuan tubuh manusia untuk beradaptasi dengan jam makan ternyata luar biasa hebat. Puasa berselang membuat metabolisme tubuh membaik dan menghindari penyakit-penyakit kronis," kata Panda.

Lebih jauh, Panda menuturkan, puasa intermitten biasanya hanya makan hingga 500 kalori selama dua hari setiap minggu, atau setiap hari. Jadi ada jam untuk tidak sarapan dan makan siang hanya beberapa hari setiap minggu.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, puasa intermitten pada hewan menunjukkan kesehatan yang lebih baik. Dia juga berisiko rendah terkena kanker, diabetes, penyakit jantung dan gangguan neurodegeneratif serta stres.

"Puasa intermitten membantu meremajakan dan memperbaiki tubuh sehingga cara ini meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," kata Panda.

sumber - Liputan6.com

Kamis, 25 Juni 2015

Blueberry Bisa Cegah Kanker dan Diabetes ?


Blueberry telah lama diketahui mengandung antioksidan yang hebat bernama resveratol. Antioksidan ini tidak hanya menyehatkan, namun juga mampu membantu mencegah kanker. Selain resveratol, blueberry juga menangudung zat lain yang dapat membantu menurunkan jumlah lemak serta mengurangi risiko diabetes. Zat yang dimaksud bernama pterostilbene. Zat ini merupakan salah satu jenis zat kimia seperti resveratol yang juga dijumpai di buah lain seperti cranberry dan anggur. Namun demikian, pterostilbene tampaknya masih belum banyak diteliti.

Peran Pterostilbene Yang Terkandung Dalam Blueberry

Penelitian mengenai buah blueberry ini dilakukan oleh Carlos III Institute of Health dan menemukan bahwa pterostilbene mempunyai ukuran yang sangat kecil dan dapat menembus membran sel pada sel kanker. Selain itu zat ini juga dapat menyebabkan kematian sel kanker. Pterostilbene diketahui juga dapat membuat sel kanker menjadi semakin lemah dengan cara mencegahnya untuk menghasilkan energi.

Manfaat dari pterostilbene tidak hanya itu saja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa zat ini juga dapat mencegah diabetes dan obesitas, serta melindungi jantung. Para peneliti menemukan bahwa zat pterostilbene dapat meningkatkan oksidasi lemak pada lever dan juga mengurangi sintesis lemak pada jaringan. Proses ini nantinya akan memicu pengurangan lemak dalam tubuh.

Sedangkan penelitian lainnya yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition menemukan hal yang sama di mana pterostilbene dapat membantu melindungi sel beta yang ada dalam pankreas. Sel beta ini berfungsi mengontrol insulin dan menjaganya agar tetap stabil. Hal tersebut pada akhirnya akan mencegah resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes tipe 2.


Pterostilbene diketahui juga dapat mencegah pengerasan arteri yang dapat memicu serangan jantung. Selain itu, zat ini juga bisa membantu meningkatkan efektivitas obat HIV. Walaupun demikian, sampai saat ini pterostilbene tampaknya masih jarang diteliti dan memerlukan lebih banyak lagi percobaan untuk mengetahui potensi kesehatan lainnya.


sumber Merdeka | image : esmokerslounge.co.uk